27 December 2011

Yang Terasing..


Aku memerhati mereka disana hidup penuh kesenangan. Siang malam asyik bersuka ria tak jemu mencari hiburan.
Sedangkan aku terasing disini, tidak banyak yang menghibur diri… Karena aku lebih khawatir dibuai kelalaian dunia.
Aku memerhati mereka disana hidup penuh dengan kegembiraan. Senantiasa mengejar impian menggapai cita – cita tinggi.
Sedangkan aku terasing disini, tidak punya keinginan tinggi… Karena aku lebih takut tujuan akhirat yang tak pasti dicapai.
Aku memerhati mereka disana hidup penuh kesenangan. Berlipat kemewahan, berganda harta kekayaan.
Sedangkan aku terasing disini, tidak punya apa – apa... Karena aku lebih risau amal ibadah tak mencukupiku.
Aku memerhati mereka disana hidup penuh dengan kebahagiaan. Menikmati indahnya hidup berpasangan, saling merindu dan mencintai.
Sedangkan aku terasing disini hanya duduk seorang diria… Karena aku lebiah khawatir diri melewati batas menuju zina.
Aku memerhati mereka disana hidup penuh kebanggaan. Menggunakan berbagai perhiasan, menarik perhatian ramai.
Sedangkan aku terasing disini, tiada yang sudi memandang… Karena aku lebih rela membungkus diri melindungi kehormatan.

Dari Abu Hurairah Radhiyallahu 'anhu dari Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam, beliau bersabda.
"Artinya : Sesungguhnya Islam dimulai dengan keterasingan dan akan kembali asing sebagaimana awalnya, maka beruntunglah orang-orang yang asing (Al-Ghuraba)" [Diriwayatkan oleh Muslim 2/175-176 -An-Nawawiy]


07 December 2011

Dengarkan Suara Hati Kami Para Ikhwan, Saudariku..


Jika kukatakan ini seruan, rasanya suara ini terlalu lemah. Jika kukatakan ini dakwah, sepertinya kalian malas untuk mendengarnya, biar kusederhanakan saja, ini adalah sentuhan..

Sentuhan dari hatiku yang terdalam,
Sapaan dari hati kami, para ikhwan yang mengagumi keindahanmu..
Semoga Allah melembutkan hatimu.
Wahai calon calon bidadari penghuni syurga,


Wahai calon calon istri shalehah kebanggaan Islam..
Wahai kaum hawa yang didadanya telah tumbuh tunas tunas Iman..
Wahai muslimah yang hatinya telah membenarkan kebenaran Al-Islam..


Sungguh seruan ini adalah untukmu..
Kami tidak mengajak wanita wanita kafir pembangkang yang menolak cahaya Islam
Kami tidak menyeru penghuni biara biara kesesatan, atau wanita wanita malam metropolis!
Kami tidak menyeru kepada mereka yang hatinya telah mengeras menjadi batu, lalu Allah mengunci mati hatinya..
Seruan ini untukmu, yang masih mendengar..
Kami tidak menyeru kepada mereka yang biasa tertawa saat seruan berhijab datang..

Biarkan saja mereka begitu,
Hingga azab Allah mematahkan harapannya..
Semoga Hidayah Allah segera menyapanya..

Aku menyeru dengan kelembutan,
Hanya kepada hati hati yg lembut..

Mencoba merayu dari sudut yang kubisa,
Mengintip celah hidayah diantara hati hati yang resah,
Sebelum keresahan kalian itu megering…

Aku percaya hatimu lembut,
Selembut tutur bahasa, seteduh indah tatapan..

Aku tahu kalian sebenarnya iri..
Iyah, kalian begitu iri..
Kalian iri sangat iri saat melihat hamba Allah lain bersahaja dengan jilbabnya
Istiqamah dan di manja dengan kerudungnya..
Begitu mempesonakan mata dengan abaya-nya

Jujurlah bahwa kalian gelisah
Kami pun paham, betapa beratnya harga yang harus kalian tukar..
Memilih istiqamah saat semua berpaling..
Menjadi baik saat kebaikan itu menjadi bahan celaan.

Tapi, jangan berbohong..
Jangan katakan aku belum siap!
Atau juga jangan kalian katakan ‘aku ingin mengerudungi hatiku dulu..’

Aku jemu dengan kata kata itu!
Kami bosan dengan kata kata itu!
Itu adalah kemunafikan bibirmu saudariku. .
Jika kami mencintaimu karena Allah,
Kamipun akan benci karena Allah..

Coba renungkan wahai keindahan..
Sebentar saja, bayangkan..

Bayangkan dirimu yang cantik itu sedang berdiri
Gemetar dibibir jurang neraka..

Apakah kalian mengira malaikat jabanniyyah akan tergoda,
Mengurungkan niatnya untuk melemparmu kesana..
Apakah kalian mengira selembar rambut kalian itu akan lepas dari jilatan api neraka yang menyala nyala..

Apakah kalian kira seindah leher yang kalian pertontonkan kepada kami itu akan kebal api neraka..
Apakah kalian kira sindah lengan yang selalu cocok dengan segala mode itu akan tahan panas neraka..
Apakah kalian kira betis indah kalian itu akan lepas dari jeratan panas api neraka…
Ataukah kalian telah lupa..
Bahwa malaikat malaikat Allah setiap saat menulis setiap dosa dosa yang terabaikan itu..
Saat kalian tak sadar aurat kalian tak sengaja kami lihat?

Lupakanlah, neraka itu..
Jika kalian bosan mendengarnya.
Lupakan saja, seperti orang orang kafir yang melupakannya..

Sesungguhnya kami sangat takut..
Apakah kalian tidak kasihan kepada kami?
Renungkanlah pertanyaan kami, apakah kalian telah benar benar ingin mengajak kami ke neraka seperti pekerjaan harian iblis iblis terlaknat itu?

Apakah kalian tidak sadar,..
Dengan mengumbar bagian bagian tubuh kalian itu..
Kalian telah membantu iblis mengikis habis iman kami, menggoyah goyahkan pilar pilar Iman kami, bahkan meruntuhkannya.

Apakah kalian benar benar tidak takut Neraka?
Subhanallah..
Aku takut mendengarnya,

Maafkan aku.
Maafkan sekali lagi,
Sungguh aku membenci dirimu, diriku dan semua orang yang bergelimang dalam kesalahan. Yang biasa mencibir saat kebenaran itu diperdengarkan..

Tidak ada hitam di hatiku,
Aduhai, aku hanya ingin menyentuh hatimu dan membisikan sekali lagi
Siksa neraka itu berat saudari ku..

Aku ingin kalian pahami, bahwa kami sangat lemah
Kami sangat teramat lemah..

Hati kami bisa gemetar saat kalian lewat didepan kami
Hati kami kadang gemetar hanya mendengar suara tawa kalian
Kadang berdebar hebat saat bayangan keindahan itu melintasi benak kami

Kami jujur, kami kadang membayangkannya berulang ulang..
Bahkan mengganggu sholat kami….

Apalagi saat bentuk tubuh kalian sengaja disuguhkan dengan berbagai tatanan.
Kami pasti tidak bisa berkata kata.

Senangkah mendengarnya?
Kalian pasti senang, mendengarnya..

Atau kalian sedang membisikan sesuatu?
Iyah kalian pasti ingin menyalahkan kami,
Kalian tidak salah, kalian adalah mahkota mahkota terindah di bumi ini
Kudengar kalian juga calon calon bidadari penghuni syurga
Bahkan kudengar bidadari syurgapun iri kepadamu..

Aku ingin kalian menjadi bidadari itu,
Tapi, ingatlah sekali lagi..
Jangan kotori bibirmu dengan kemunafikan
Kerudungi seraut wajahmu, sebelum engkau berniat mengerudungi hatimu..
Karena hatimu tidak akan menggoda kami yang lemah ini

Silahkan katakan dengan lantang jika kalian memang benar..
Hati kalian adalah urusan kalian..
Urusanmu dengan RABBmu

Katakanlah sesukamu
Katakan ku ingin jilbabi hatiku dulu..
Teruslah katakan begitu, jika kalian benar..

Hiasi dulu indah wajahmu dengan jilbab,
Semoga setelah auratmu terlindungi hidayah akan menemuimu
Disaat hatimu sudah terasa teduh.

Semoga kata kata pedas ini menyentuh hatimu,
Aku memohon maaf atas tetasan darah luka atau kebencian dari pena yang kugoreskan.,
Semoga tetesan itu kelak menjadi saksi di akhirat

BAHWA HARI INI ADALAH PERUBAHAN!
Ini harus kami katakan,
Karena kami merindukan kalian; wahai wanita wanita sholehah…
Kami merindukan kalian..

Jaga kehormatan dan kemuliaan kalian
Jangan jadikan anugerah kecantikan itu menjadi fitnah

Semoga Allah melembutkan hatimu,
Semoga ini tidak melukai hatimu wahai saudariku,

Jika ada darah yang menetas disudut hatimu yang syahdu,
Jangan salahkan kami, jangan salahkan tulisan ini..

Ini hanyalah sebuah sentuhan
Untuk menghangatkan hatimu, bukan untuk menamparmu…

Agar kalian tidak lupa
Bahwa waktu demi waktu..
Menit demi menit.. jam demi jam, hari demi hari dan.. tahun demi tahun..
Saat kalian lupa atas jilbab kalian, ada dua malaikat yang tidak akan pernah lupa mencatat dosa yang kalian tebarkan.

Ketahuilah,
Malaikat jabaniyyah itu tidaklah ramah.
Api neraka tidak akan basa basi

Jika saja hati kalian masih sakit,
Coba sekali lagi renungkan, bahwasanya air garam hanya terasa sakit di kulit yang terdapat luka.
Air garam hanya akan menyayat kulit yang berpenyakit, air garam tidak akan terasa sakit di kulit yang sehat

Jika hati kalian sakit, maka maafkanlah aku.
Jika hati kalian sakit, maka jujur harus kukatakan bahwa hati kalian sedang berpenyakit
Kalian memang sakit.

Ini hanya mengingatkan,
Tentang sebuah kewajiban seorang hamba terhadap perintah pemilik jagat raya ini..
Kuyakin dari kalian ada yang tersinggung,
Tapi ini lah yang harus kami katakan..

Inilah hukum Allah,
Sungguh, kewajiban itu bukan paksaan.
Tapi pengkondisian, agar dirimu menemui kenikmatan.
Ingatlah wahai saudari saudariku tercinta.

Bahwasannya jika Allah ta’ala menjadikan Islam itu Mudah,
Bukan berarti hal Wajib bisa menjadi Sunnah…

Jika Berjilbab itu wajib,.
Itu adalah sebuah ketetapan yang harus diterima.
Bagi siapa saja yang enggan, dosa tetap ditulis..

Hari demi hari..
Ku yakin tak akan ada hati yang menolak,
Meski kenyataan bibir akan menolak dengan seribu alasan..

“Dan tidaklah patut bagi laki-laki yang mukmin dan tidak (pula) bagi perempuan yang mukmin, apabila Allah dan Rasul-Nya telah menetapkan suatu ketetapan, akan ada bagi mereka pilihan (yang lain) tentang urusan mereka. Dan barang siapa mendurhakai Allah dan Rasul-Nya maka sungguhlah dia telah sesat, sesat yang nyata”(Al Ahzab 35)
Tutup auratmu..
Sebelum kain kafan memaksamu untuk menutupinya..

Untuk kalian yang telah berjilbab,
Berbahagialah dengan keteduhannya,
Semoga keistiqamahan menyertaimu saudariku..


“Sesungguhnya laki-laki dan perempuan yang muslim, laki-laki dan perempuan yang mukmin, laki-laki dan perempuan yang tetap dalam ketaatannya, laki-laki dan perempuan yang benar, laki-laki dan perempuan yang sabar, laki-laki dan perempuan yang khusyuk, laki-laki dan perempuan yang bersedekah, laki-laki dan perempuan yang berpuasa, laki-laki dan perempuan yang memelihara kehormatannya, laki-laki dan perempuan yang banyak menyebut (nama) Allah, Allah telah menyediakan untuk mereka ampunan dan pahala yang besar” (Al Ahzab 35)

Annisa Mutiara Hati (via gadisberjilbab)

06 November 2011

Do'a saat dirimu sedih dan gundah



اللَّهُمَّ إِنِّي عَبْدُكَ ، وَابْنُ عَبْدِكَ ، وَابْنُ أَمَتِكَ ، نَاصِيَتِيْ بِيَدِكَ ، مَاضٍ فِيَّ حُكْمُكَ ، عَدْلٌ فِيَّ قَضاَؤُكَ ، أَسْأَلُكَ بِكُلِّ اسْمٍ هُوَ لَكَ ، سَمَّيْتَ بِهِ نَفْسَكَ ، أَوْ أَنْزَلْتَهُ فِيْ كِتَابِكَ ، أَوِاسْتَأْثَرْتَ بِهِ فِيْ عِلْمِ الْغَيْبِ عِنْدَكَ ، أَنْ تَجْعَلَ القُرْآنَ رَبِيْعَ قَلْبِيْ ، وَنُوْرَ صَدْرِيْ ، وَجَلاَءَ حُزْنِيْ وَذَهَبَ هَمِّيْ

“Ya Allah, Sesungguhnya aku adalah hamba-Mu, anak hamba-Mu (Adam), dan anak hamba perempuan-Mu (Hawa), ubun-ubunku berada di tangan-Mu, hukum-Mu berlaku terhadap diriku dan ketetapan-Mu adil pada diriku. Aku memohon kepada-Mu dengan segala Nama yang menjadi milik-Mu, yang Engkau namai diri-Mu dengannya, atau yang Engkau turunkan di dalam Kitab-Mu, atau yang Engkau ajarkan kepada seseorang dari makhluk-Mu, atau yang Engkau rahasiakan dalam ilmu ghaib yang ada di sisi-Mu, maka aku mohon dengan itu agar Engkau jadikan al-Qur-an sebagai penyejuk hatiku, cahaya bagi dadaku dan pelipur rasa sedihku, serta penghilang bagi kesusahanku.” (HR. Ahmad I/391, 452, al-Hakim I/509, Ibnu Hibban no. 2372 dan dishahihkan oleh Syaikh al-Albani dalam al-Kalimuth Thayyib hal. 119 no. 124 dan Silsilah Ahaadits ash-Shahiihah no. 199)

24 October 2011

Surat Untuk Para Muslimah

Assalamu'alaykum warahmatullah,


Saudariku,
Apa yang membuatmu berbangga diri? Apa yang membuatmu tertawa sampai kau lupa akan hakikatmu hidup di bumi Allah?

Sungguh kematian semakin mendekati dirimu. Lalu apa yang akan kau bawa dihadapan Allah? Kehinaan diri karena engkau lalai dari kewajibanmu terhadap Allah ? Atau kemuliaan diri karena engkau menjaga syari'at Allah ?

Istighfarlah! Minta ampun kepada Rabbmu selagi Dia memberimu kesempatan. Allah selalu membuka pintu maafNya, Allah Maha Penyayang terhadapmu, Allah menunggumu. Perbanyaklah dzikir, jauhi apa-apa yang melalaikanmu dari mengingat Allah.

Dunia ini hanya tempatmu singgah sebentar. Dan persinggahan ini bukan untuk kau racuni dengan bersenang-senang, menimbun harta, saling membangga-banggakan diri, melakukan hal-hal yang tidak berguna (yang tidak pernah disyari'atkan agama), saling bersaing terhadap kemolekan diri. Persinggahan ini tempat kau mengumpulkan amal shalih sebanyak-banyaknya untuk bekal perjalananmu selanjutnya, perjalanan yang sebenar-benarnya, yaitu perjumpaanmu dengan Rabb yang menciptakanmu. Bukankah perjalanan tersebut perjalanan yang serius? Bukankan seharusnya kau menanti-nanti perjalanan itu? 

Saudariku! Ini perjumpaan dengan Rabbmu, Rabb yang maha Indah lagi Maha Besar! Rabb yang Maha Sempurna lagi Maha hidup dan berdiri Sendiri! Rabbmu adalah Raja dari Kerajaan langit dan bumi! Rabb yang menciptakanmu dengan begitu sempurna, yang selalu memberi rezeki, cinta, dan ni'mat yang begitu banyak sewaktu kau dalam persinggahan.

Maka, mari sama - sama kita belajar, belajar bagaimana cara bertemu dengan Rabb kita di syurga. Allah telah menurunkan cara - caranya melalui Kitab yang sempurna, AlQur'anul Kariim. Allah pun telah menurunkan utusannya ke bumi, Muhammad shollallahu 'alaihi wa salam untuk menyeru kepada sekalian manusia agar patuh kepada Rabb mereka yang satu, agar mereka selamat di persinggahan maupun di perjalanan mereka menuju Rabb mereka. Rasulullah shollallahu 'alaihi wa salam telah memberi suri tauladan yang baik kepada kita bagaimana cara melalui kehidupan di persinggahan dunia ini. Maka ikutilah petunjuknya dan Rabbnya.. Sungguh kau akan selamat!

Semoga Allah selalu menebarkan benih - benih hidayah kepada panglima hati. Semoga Allah selalu menetapkan hati kita pada agamaNya. Semoga kita semua selalu berkumpul dengan orang - orang shalih di dunia maupun di akhirat. Semoga Allah selalu menunjukkan jalan yang lurus yang Ia dan RasulNya ridhai.

Wallahu ta'ala a'lam.

20 October 2011

Wahai Bunda, Aku Akan Kembali ke Pangkuanmu


15 Maret 2011


Dari Abu Hurairah, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
رَغِمَ أَنْفُهُ ثُمَّ رَغِمَ أَنْفُهُ ثُمَّ رَغِمَ أَنْفُهُ ». قِيلَ مَنْ يَا رَسُولَ اللَّهِ قَالَ « مَنْ أَدْرَكَ وَالِدَيْهِ عِنْدَ الْكِبَرِ أَحَدَهُمَا أَوْ كِلَيْهِمَا ثُمَّ لَمْ يَدْخُلِ الْجَنَّةَ
“Sungguh terhina, sungguh terhina, sungguh terhina.” Ada yang bertanya, “Siapa, wahai Rasulullah?” Beliau bersabda, ”(Sungguh hina) seorang yang mendapati kedua orang tuanya yang masih hidup atau salah satu dari keduanya ketika mereka telah tua, namun justru ia tidak masuk surga.” (HR. Muslim no. 2551)

Syaikh Abdurrozzaq hafizohullah sepekan yang lalu bercerita tentang seorang yang sudah tua yang ditemuinya di pantai jompo, orang tua tersebut mengeluh tentang anaknya yang sudah bertahun-tahun tidak menjenguknya…. Tentunya ini adalah bentuk durhaka kepada orang tua.

Berikut ini adalah sebuah syair yang semoga menggugahkan hati kita untuk sering-sering menjenguk atau minilah jika kita jauh dari mereka agara sering menelpon mereka.

AKU AKAN KEMBALI KEPANGKUANMU WAHAI  IBUNDA

لَسِوْفَ أَعُوْدُ يَا أُمِّيأُقَبِّلُ رَأْسَكِ الزَّاكِي
Aku akan kembali wahai ibunda … untuk mencium keningmu yang suci
أَبُثُّكِ كُلَّ أَشْوَاقِيوَأَرْشُفُ عِطْرَ يُمْنَاكِ
Aku akan menumpahkan seluruh kerinduanku  dan aku akan menghirup wanginya tangan kananmu
أُمَرِّغُ فِي ثَرَى قَدَمَيْكِخَدِّي حِيْنَ أَلْقَاكِ
Aku akan menghamparkan pipiku di pasir yang ada di kedua kakimu jika bertemu denganmu ibunda
أُرَوِّي التُّرْبَةْ مِنْ دَمْعِيسُرُوْرًا فِي مُحَيَّاكِ
Aku akan membasahi tanah dengan air mataku… karena gembira bertemu denganmu ibunda
فَكَمْ أَسْهَرْتِ مِنْ لَيْلٍلِأَرْقُدَ مِلْءَ أَجْفَانِي
Betapa sering engkau terhalang dari tidur malam agar aku tidur dengan pulas menutup pelupuk mataku
وَكَمْ أَظْمَئْتِ مِنْ جَوْفٍلِتُرْوِيْنِي بِتَحْنَانِي
Betapa sering lehermu kering kehausan untuk bisa menghilangkan dahagaku dengan kelembutan dan kasih sayangmu
وَيَوْمَ مَرِضْتُ لاَ أَنْسَىدُمُوْعًا مِنْكِ كَالْمَطَرِ
Dan pada hari tatkala aku sakit.. tidak akan aku lupakan air matamu yang mengalir seperti derasnya hujan
وَعَيْنًا مِنْكَ سَاهِرَةًتَخَافُ عَلَيَّ مِنْ خَطْرٍ
Dan tidak akan aku lupakan matamu yang bergadang menahan ngantuk karena mengkhawatirkan aku
وَيَوْمَ وَدَاعِنَا فَجْرًاوَمَا أَقْسَاهُ مِنْ فَجْرِي
Hari itu dimana kita berpisah di pagi hari… sungguh itu adalah pagi yang sangat menyedihkan bagiku
يَحَارُ الْقَوْلُ فِي وَصْفِالَّذِي لاَقَيْتِي مِنْ هَجْرِي
Kata-kata tidak mampu mengungkapkan kesedihanmu akibat kepergianku
وَقُلْتِ مَقَالَةً لاَ زِلْتُمُدَّكِرًا بِهَا دَهْرِي
Dan engkau mengutarakan suatu perkataan kepadaku yang selalu ingat sepanjang kehidupanku :
مُحَالٌ أَنْ تَرَى صَدْرًاأَحَنَّ عَلَيْكَ مِنْ صَدْرِي
Tidak mungkin engkau akan mendapatkan dada yang lebih lembut dan sayang kepadamu daripada dadaku
بِبِرِّكِ يَا مُنَى عُمْرِيإِلَهُ الْكَوْنِ أَوْصَانِي
Allah pemilik alam semesta ini telah berwasiat kepadaku untuk berbakti kepadamu hingga akhir hayatku
رِضَاؤُكِ سِرُّ تَوْفِيْقِيوَحُبُّكِ وَمْضُ إِيْمَانِي
Keridhoanmu merupakan kuci kesuksesanku… dan mencintaimu adalah cahaya keimananku
وَصِدْقُ دُعَائِكِ انْفَرَجَتْبِهِ كُرَبِي وَ أَحْزَانِي
Dengan ketulusan doamu maka sirnalah kesulitan dan kesedihanku
وِدَادُكِ لاَ يُشَاطِرُنِيبِهِ أَحَدٌ مِنَ الْبَشَرِ
Kecintaanku tulus kepadamu tidak akan terbagi kepada seorangpun
فَأَنْتِ النَّبْضُ فِي قَلْبِيوَأَنْتِ النُّوْرُ فِي بَصْرِي
Ibunda engkau menyertai gerakan hatiku… dan engkau adalah cahaya pandanganku
وَأَنْتِ اللَّحْنُ فِي شَفَتِيبِوَجْهِكِ يَنْجَلِي كَدَرِي
Ibunda engkau adalah senandung yang menyertai lisanku… dengan memandangku maka hilanglah kegelisahanku
إِلَيْكِ أَعُوْدُ يَا أُمِّيغَدًا أَرْتَاحُ مِنْ سَفَرِي
Aku akan kembali kepadamu wahai ibunda esok… dan aku akan beristirahat dari perjalanan jauhku
وَيَبْدَأُ عَهْدِيَ الثَّانِيوَيَزْهُو الْغُصْنُ بِالزَّهْرِي
Maka aku akan memulai lembaran baru bersamamu ibunda… dan ranting-ranting pun akan terhias dengan bunga

Penulis:  Ustadz Firanda,Lc,MA