26 January 2010

Teruntuk pasangan terbaikku.

Teruntuk suamiku yang sedang berjuang keras untuk memberikan yang terbaik untukku..

Suamiku, hanya ingin berbicara dari hati ke hati kepadamu.
aku disini semakin bersyukur pada Pencipta kita, karena DIA telah memberikan suatu jalan kehidupan yang luar biasa! kebijaksanaan dan ilmu ku semakin bertambah, dan itu semua adalah pupuk yang sedang ku tanam untuk rumah dunia dan akhirat kita..

Jangan khawatir dengan ku disini, aku baik2 saja. Oia..aku lupa bilang, tak hanya jalan hidup yang luar biasa yang DIA berikan, tapi orang2 hebat pun diberikan di sekeliling ku.. Luar biasa. aku memiliki orang tua, adik, teman, sahabat, bahkan laki2 yang sedang sangat dekat dengan ku sekarang.. Bahagianya.

Dan alasan yang lebih kuat lagi agar kamu tidak perlu mengkhawatirkanku adalah, aku punya TUHAN yang mencintaiku, di saat apapun aku, bahkan di saat aku lupa memilikiNya. astaghfirullah.

Namun kehidupan ku disini tidak selalu lancar. Banyak hala rintang yang ku tempuh. Dan kadang aku sangat tidak kuat menerimanya..ya. Aku pun hanya manusia biasa. Kadang aku menangis atas apa yang menyakitkanku, aku depresi, aku sakit.. tak kuat menjalani hidup yang sangat sangat keras. Tapi lagi2, manusia2 hebat dan penciptaku ada saat itu. Memberi ku semangat dan senyuman yang lagi2 membuatku semakin bersyukur. Aku lega..

Terlebih DIA yang selalu mendengar keluh kesahku. Tak pernah bosan2nya DIA mendengarku, memberikan sandaran padaku, memeluk tubuhku agar ku mendapat kekuatan kembali! Dan akhirnya..menggopohku berdiri setegak sebelumnya. Aku makin cinta DIA.

aku rindu kau..

Akupun belum menjadi sebaik2nya manusia. Aku masih marah bila dikecewakan, masih mendengki bila cemburu, dan masih sering mendendam kepada orang yang menyakitiku. Padahal Rasulpun hanya tersenyum ketika diludahi oleh musuhnya. Ah apa aku ini! Merasa aku yang paling tersakiti, padahal masih banyak diluar sana orang2 yang lebih merasakan sakit dari apa yang ku rasakan. Sangat tidak bersyukur..Ku berdoa semoga kau tak salah memilihku.
Doakan aku agar semakin bijak menghadapi itu semua.

Lagi-lagi..aku rindu kau.

Ku tunggu kau, di persimpangan jalan hidupku..
Semoga sewaktu kau mempersuntingku nanti, aku berada dalam sebaik2nya manusia, begitu juga dengan mu..
Aku terus berjuang untuk berbuat yang terbaik untuk dunia dan akhirat kita.
Semoga tak hanya di dunia ku bersamamu.. Tapi juga di rumah kita yang sesungguhnya. Surga..

1 comment:

INDAH said...

subhanallah amel

aamin yaa rabbal alamin