Saya ingin menulis apa yang saya rasakan. Sebenernya saya ga mau orang lain tau, karena terlalu pribadi (red). Tapi setelah dipikir ulang, ini kan blog saya.. jadi apapun yang mau saya tulis, suka-suka saya. haha (udah mulai aneh ni).
Larut dalam musibah itu memang ga baik. Karena itu semua adalah tanda ketidaksyukuran kita atas semua yang terbaik yang telah diberikan oleh Sang Pencipta. Walaupun kita sering menganggap pemeberian terbaik itu tidak baik, karena membuat kita sedih, merana, terpuruk. Tapi sekali lagi.. Semua adalah yang terbaik! Kenapa? karena kita ga tau maksud dari semua pemberian Tuhan tersebut. Kita hanya berfikir 1 langkah ke depan, sedangkan Tuhan telah berfikir tak terhingga ke depan. Dan ujung dari sebuah musibah adalah menerimanya dengan ikhlas dan selalu berfikir positif kepada Tuhan bahwa "Ini adalah ekspresi rasa sayangNya. Lalu bila kita diberi kasih sayang dari seseorang, kita harus menerimanya dengan rasa kasih juga bukan?".
Ya.. saya tidak mengarang-ngarang kata-kata tersebut. Semua yang saya tulis di atas adalah salah satu point-point kehidupan yang saya dapatkan selama 19 tahun. Dan sesungguhnya, kata-kata saya masih terlalu dangkal untuk difahami.
Setelah saya mengerti (belum faham) mengenai salah satu aplikasi rasa syukur dan ikhlas diatas, lagi-lagi, Tuhan menunjukkan Maha penyayangNya kepada saya. Saya diberi lagi ujian tentag ikhlas dan syukur tersebut. Mmm, saya mengerti, tidak akan dikatakan seseorang beriman kan bila orang tersebut belum diuji? Kalau diibaratkan, manusia itu seperti dinding dan paku adalah pelajaran kehidupan. Dinding harus dilubangi berkali-kali oleh paku agar paku tersebuat kokoh menempel pada dinding.
Sampai sekarang, rasa sakit hati itu belum juga hilang. Hufh, saya sampai bosan mengobatinya. Entah kenapa, pada situasi ini, otak dan hati saya bekerja sangat singkron. Pikiran saya selalu teringat-ingat dengan suatu kalimat yang sangat membuat saya menghela nafas sangat dalam! (saya ingin bilang sebenanya kalimat itu selalu membuat saya ingin menangis, tapi rasanya sifat tidak bersyukur saya semakin terlihat). Pernah merasakan dikhianati manusia yang kita sayangi? dibuat sakit, dibohongi, dijatuhkan! argh. Saya telah merasakannya.Rasanya pipi saya seperti dihujam benda paling keras sedunia. Sakit yang mendalam.Tak bisa saya lupakan peristiwa itu.
Saya berusaha sekuat tenaga untuk menerima semua yang ada dengan dada yang selapang-lapangnya. Menerima setiap dentuman kesakitan yang dulu saya rasakan seikhlas mungkin. Menerima kamu kembali dalam kehidupan saya, apa adanya, seperti yang dulu saya lakukan. Berusahha untuk tidak mengingat-ingat lagi setiap kata yang saya dengar dari telinga saya tentang kamu yang menganggap saya bukan siapa-siapa. Berusaha melupakan pengelihatan saya dulu tentang kata-kata tertulis yang kamu berikan kepadanya, begitu indah, begitu manis. Berusaha untuk terus selalu dan selalu berpositive thingking terhadap semua yang kamu lakukan terhadap saya sekarang. Dan mencoba untuk kembali percaya dengan seorang dirimu yang telah berbohong kepada saya.
Setiap kali saya melihat sesuatu tentang manusia yang kau sayangi dulu, saya sering sakit perut, mual, dada saya terasa sangat sakit. Ya.. saya yakin saraf saya sudah banyak yang putus karena saya terlalu stres! Kamu tau saya ingin apa? ingin bertemu dia. Ingin sekali.. Saya ingin berjabat tangan dengan dia, dan sangat ingin memeluknya. Kenapa? agar rasa cemburu dan semua rasa tidak baik ini luruh dengan sebuah pelukan mendalam dan jabat tangan yang hangat. (Itu rasul sendiri yang bilang, bahwa memeluk dan berjabat tangan akan menghilangkan rasa dengki dalam hati). Semoga suatu saat nanti keinginan ini kau realisasikan, Tuhan..
Mmh, susah sekali untuk memberikan kesempatan kedua.
Padahal seharusnya saya yakini bahwa tidak ada manusia yang sempurna, toh saya juga pernah buat kesalahan yang fatal. Tapi ini sulit bagi saya. Ahh, Tuhan. ajarkan kembali ilmu ikhlas dan syukurMu padaku.
Seharusnya saya yakini, dia adalah batu asah untuk saya. Seperti halnya Abu Jahal dan Rasul SAW (Ups, hanya sebuah ibarat. Saya ga bilang saya seperti Rasul dan dia seperti abu Jahal loo). Yaa, coba bayangkan kalo ga ada abu Jahal di kehidupan Rasul, siapa yang akan mengejek2 beliau? Siapa yang akan memfitnah beliau? Siapa yang akan mengadu domba dan bahkan melempari beliau dengan kotoran unta? Dan semua perlakuan Abu Jahal terhadap Rasul membuat beliau semakin tak gentar, semakin kuat, semakin sabar dan gigih dalam berdakwah untuk menyebarkan Islam. Dan Ibarat ini pun terjadi pada saya, bahkan terhadap seluruh manusia yang ada di bumi, saya pikir. Lalu untuk apa saya bersedih? Untuk apa saya menyesali semua yang sudah terjadi? Toh itu semua semakin membuat saya lancip karena saya mendapatkan batu asah sebaik dia.
Seharusnya saya yakini, sejelek apapun perbuatan yang telah dia perbuat, dia masih bermanfaat untuk saya. Masih dapat membuat saya tersenyum, masih memperhatikan saya sampai sekarang (walaupun saya ga tau itu tulus apa ga, biar saja menjadi urusan dia dengan Tuhan), masih tidak lupa meng sms saya (walaupun hanya 1x sehari kadang), masih mempublish status in relationship with Amalia Khairunnisa Alfirdousy padahal saya sendiri saja sudah menghide status saya. x), dan masih banyak masih-masih yang lain yang belum terpikirkan dan belum saya sadari. Toh, Sebaik-baiknya manusia adalah manusia yang masih bermanfaat untuk orang lain.
Jadi.. sudah cukup kan mel alasannya kenapa kamu masih terus harus mensyukuri dan mengikhlaskan semua yang sudah kamu lewati. Sesakit apapun itu.. Yakinlah (ngomong sama diri sendiri), sebiji dzarrahpun rasa sakit yang kamu rasakan, semua akan DIA catat dan DIA pun merasakan apa yang kamu rasakan.
Setelah sedih itu pasti ada bahagia..
"Sesungguhnya mereka yang berkata : Tuhan kami adalah Allah, kemudian mereka tetap dan jujur pada pendiriannya, maka para malaikat akan turun mengucapkan selamat. 'Jangan takut! Jangan berduka cita! Berbahagialah akan memperoleh syurga yang telah dijanjikan kepadamu'." (Al-Fusshilat : 30)
Keep istiqamah!
Amiin
4 comments:
saya cuma bisa :)
tetep semangat lah mel!
Thanks sayang.
Aktivitas Ini Susah2 Gampang Lho, ga Banyak yang Bisa Melakukan.
susah susah gampang mas bener, bukan gampang gampang susanh. haha!
kalo nulis gini emang gampang mas, tapi prakteknya susah,
Post a Comment