Jauh.
Saya bisa mengikuti alurnya.. Karena jauh membawa saya pada kerinduan yang bergejolak terhadapmu. Kamu tau bagaimana rindu itu? Rindu saya itu selalu berangan, bermimpi, berharap, tertahan. Yaa, tertahan.. Saya harus menahan kerinduan saya. Karena saya tau, rindu ini tak begitu penting.
Tapi saya bahagia..
Saya menikmati setiap kerinduan-kerinduan yang tercipta. Saya menikmati tetes-tetes air mata yang jatuh bila merindumu. Saya menikmati waktu dimana rindu ini hanya ada dalam diri saya saja, kamu tidak. Saya menikmati rasa yang menggebu untuk bertemu denganmu. Bahagianya masih bisa merindu kehadiranmu!
Anehnya..Saya tidak suka dekat.
Tau kenapa? Karena saya takut timbul rasa bosan melihatmu terlalu lama. Karena saya takut mentransfer emosi yang langsung tersampaikan padamu tanpa filter yang kuat. Karena saya takut kamu bosan melihat saya. Karena saya takut rindu yang selama ini saya rasakan hilang begitu saja dalam beberapa menit melihatmu. Karena saya takut menemukan sesuatu yang tidak saya suka darimu (itu akan membuat saya begitu kecewa). Karena saya takut kamu tidak bisa menempatkan posisimu dengan baik.
Ahh, maafkan saya dengan rasa takut yang sedang saya alami.
Kalau begitu, sungguh! biar bayangmu saja yang menembus tabir-tabir mimpi saya. Saya yakin, itu akan menjadi mimpi terindah yang pernah saya dapat!
5 comments:
Mengamankan Yang Pertamax.....
dengan rindu saja sudah begitu indah bukan ?
aku juga menikmati rindu,...pun hanya mengingat disudut terjauh hati ku.
tak apa dgn rindu sahabatku,...tak apa dgn takut... nikmati saja...
mas agus : thank you..
@senja : Dan ternyata, sabar itu berakhir dengan sangat indah!
nisa,....selamat malam ^^
masih rindu??
Selamat sore :D
melawan rindu..
lazuardi = senja
Post a Comment